Category Archives: Uncategorized

PUISI

AKU TAK MEMILIH
By
Misfahkh

Biarlah yang lain memilih
Aku tidak
Yang menang asal banyak uang
Suaraku begitu berharga
Tak terbeli
Nyatanya yang bias dibeli lebih banyak
Aku bisa apa
Tinggal menikmati derita bersama

Pagi di Tepian Sungai
By
Misfahkh
Matahari mengintip malu diufuk timur
Desir suara kayuh mengalun lembut
Suara klotok memecah heningnya subuh
Ibu-ibu bertanggui menjemput rejeki diMuara Kuin
Pembeli penjual bercengkrama disela-sela harum kopi dan kuah soto Banjar
Wisatawan menikmati untuk-untuk hangat dan pisang goreng
Hingga pagi menyingsingdan perahupun pulang

Pangeran antasari
By
MisfahKh
Angkat kerismu lawan Walanda
Tuanku Raja kerajaan Daha
Waja sampai kaputing terus kau kobarkan
Hingga roh lepas dari raga

Pada Suatu Masa
By MisfahKh
Saat semua hilang
Yang ada hanya kenangan
Jiwa-jiwa yang dulu ada
Menetap di hati selamanya
Pada suatu masa
Jiwa-jiwa itu dating menjemputmu
Membawamu kenegeri seberang
Kitapun reuni ke masa lalu
Dan tiada lagi masa depan
Tiada lagi kesedihan dan duka lara
Yang ada tawa

Kemarau 2015
By MisfahKh
Tanah retak-retak
Dulunya sungai kini tanah kerontang
Pohon-pohon meranggas
Tinggal ranting-ranting tak berdaun
Lidah api menari dipucukpepohonan
Asapnyaberkeliaran tak terkendali
Kerumah-rumah, ke jalan-jalan
Berakhir diparu-paru manusia malang

city near body of water during night time

Photo by Aleksandar Pasaric on Pexels.com

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

BOLA TERUS BERGULIR by MISFAH KHAIRINA Part I

KURUN WAKTU 45 menit babak kedua pertandingan versus Klub Arjuna berjalan  klub Gatot Kaca berjalan alot! Kedudukan kacamata tidak membuat kedua klub malu. Permainan kiper menendang bola disambut kiper lawan, tontonan membosankan bagi sebagian penonton yang merasa waktu mereka akan terbuang menyaksikan pertandingan sekonyol itu. Satu persatu pendukung kedua klub beranjak meninggalkan stadion sebelum pertandingan usai. Sebagian lainnya masih duduk ditempatnya, dengan mulut tak henti-hentinya mencaci. Pertandingan menarik yang mereka harapkan ternyata jauh dari kenyataan. Tak ayal dari bangku-bangku stadion lemparan kulit kacang atau botol minuman mineral jadi pelepas kekecewaan. Teriakan-teriakan sadis diumbar disana-sini. “Bego lu! Cepetan Maju!” “Masak lawan dilepas begitu saja, gol tahu rasa!” “Awas kalau o-o!” “Ganti nomor 10!” “Hajar Ben Hattrick!” Seolah-olah tak terpengaruhakan hingar bingarnya penonton di kiri kanannya, seorang gadis yang bukan hanya satu-satunya cewek di jajaran bangku penonton, dia juga seorang wartawan, dikenali dari notes kecil di tangannya dan tentu saja kamera yang tergantung di lehernya. Sepanjang pertandingan gadis itu hanya menfokuskan penglihatannya ke lapangan hijau, sesekali pensilnya membuat coretan pendek. Nampaknya ia menikmati jalannya pertandingan. Tentu saja dengan sebuah cerita menarik di kepalanya. “Ya, nomer punggung 10 dari Klub Gatot Kaca, menjadi pusat perhatian. Beberapa sumber dari kalangan persepakbolaan sesumbar, Ben Hattrick pemain berbakat tahun ini. Di perkirakan akan menduduki bangku tertinggi sebagai pencetak gol terbanyak di musim kompetisi mendatang. Gadis itu tidak perduli dengan dengan segala macam analisa dan perkiraan. Ia ingin bukti. Untuk itulah ia sekarang berada di stadion, walau mata dan hati begitu penat menyaksikan pertandingan petak umpet yang dipertunjukkan kedua klub. Matanyanya menyipit, Ben Hattrick masih dalam jarak pandangnya. Serangan Klub Arjuna menyuruk jantung pertahanan Gatot Kaca. Pemain belakang gatot Kaca agak kerepotan akan serangan mendadak itu. Seorang gelandang Arjuna meliuk dengan gesit meliwati dua defender Klub Gatot Kaca. Satu gerakan bola berpindah ke kaki salah seorang pemain Arjuna yang berdiri beberapa meterdari gawang. Kepungan begitu ketat dari Klub Gatot Kaca, membuat  pemain Arjuna mengambil keputusan melepaskan tendangan langsung ke mulut gawang. Kiper Gatot Kaca tak perlu bersusah payah menepis tendangan tidak begitu keras yang dilepaskan pemain Arjuna. Bola melenceng jauh beberapa meter dari gawang. Terjadilah tendangan sudut. Penonton mulai panas. Stadion yang tadinya hiruk pikuk dengan segala makian, seketika memperdengarkan sorak-sorai mendukung Klub Arjuna. Detik-detik menegangkan terjadilah. Muntha, gadis wartawan tadi duduk dengan leher tegak. Ia ikut merasakan ketegangan yang terjadi di lapangan. Pemain bernomor punggung 11 dari Klub Arjuna mempassing bola dengan tendangan menyerupai paraabola, meliwati tiang gawang. Kemelut di muka gawang tak terhindarkan. Dengan tergesa seorang gelandang Arjuna menendang bola yang mampir dikakinya, ke gawang Gatot Kaca. sayang sekali dewi fortuna tidak berpihak kepadanya. Tendangannya membentur mistar gawang, mental ke dalam. Seorang pppppppppppppemainpemain Arjuna menghadangnya, dalam posisi siap mengkop bola. Kebetulan Ben hattrick bera “Bego Lu! Cepetan maju!” “Masak lawan dilepas begitu saja, gol tahu rasa!” “Awas kalau 0-0!” “Ganti nomer 10!” “Hajar Ben hattrick!” Seolah tak terpengaruh akan hingar bingarnya penonton dikiri-kanannya. Seorang gadis yang bukan hanya satu-satunya cewek di jajaran bangku penonton, dia juga bertindak sebagai wartawan. Dikenali dari notes kecil ditangannya dan name tag. Sepanjang pertandingan gadis itu hanya menfokuskan perhatiannya ke lapangan hijau, sesekali pensilnya membuat catatan pendek. Nampaknya ia menikmati jalannya pertandingan . Tentunya dengan sebuah berita menarik bertengger di kepalanya. Ya! Nomer punggung 10 dari Klub Gatot Kaca,menjadi pusat perhatian.

Beberapa sumber dari kalangan persepakbolaan sesumbar Ben Hattrick pemain muda paling berbakat tahun ini. Ia diperkirakan akan menduduki bangku tertinggi sebagai pencetak gol terbanyak di musim kompetisi mendatang. Gadis itu tidak perduli dengan segala macam analisis dan pridiksi, ia ingin bukti. Untuk itulah ia ia sekarang berada di kursi penonton. Walau mata dan hatinya begitu penat menyaksikan pertandingan petak umpet yang dipertunjukkan kedua klub.

Matanya menyipit, Ben Hattric masih dalam jarak pandangnya, serangan klub Arjuna menyuruk jantung pertahanan Gatot kaca. Pemain belakang Klub Gatot kaca agak kerepotan akan serangan mendadak itu. Seorang gelandang Arjuna meliuk dengan gesit meliwati dua orang defender Gatot kaca. Sebuah gerakan bola berpindah ke kaki salah seorang pemain Arjuna yang berdiri beberapa meter dari gawang. Kepungan begitu ketat dari Klub Gatot kaca, membuat pemain Arjuna itu mengambil keputusanmelepaskan tendangan langsung ke mulut gawang.

Kiper Gatot Kaca tak perlu bersusah payah menepis tendangan tidak begitu keras yang dilepaskan pemain Arjuna. Bola melenceng jauh beberapa meter dari gawang. Terjadilah tendangan sudut. Penonton mulai panas. Stadion yang tadinya hiruk-pikuk dengan segala makian, seketika memperdengarkan sorak-sorai mendukung Klub Arjuna.

Detik-detik menegangkan terjadilah. Muntha, gadis wartawan tadi duduk dengan leher tegak, ia ikut merasakan ketegangan yang terjadi di lapangan.

Pemain bernomor punggung 11 dari Klub Arjuna mempassing bola dengan tendangan menyerupai parabola, meliwati tiang gawang. Kemelut di muka gawang tak terhindarkan. dengan tergesa-gesa seorang gelandang Arjuna menendang bolakulit yang yang mampir di kakinya ke gawang Gatot kaca. Sayang sekali dewi fortuna tidak berpihak kepadanya. Tendangannya membentur mistar gawang, mental ke dalam. Seorang pemain Arjuna menghadangnya, dalam posisi siap mengkop bola, kebetulan Ben Hatrict berada tidak jauh darinya. Ben Hattrick berlari menuju arah bola. Bola melayang, Ben Hattrick dan pemain Arjuna melompat bersamaan. Brukk! Masuk! Sundulan pemain Arjuna bersarang di gawang Gatot Kaca.

Stadion seakan ambruk oleh gemuruh sorak-sorai pendukung Klub Arjuna. Malah ada pula pendukung Klub Gatot Kaca memihak Klub Arjuna, walau masih banyak fans setia Klub Gatot Kaca merasa dikecewakan Ben Hattrick. Andai saja ia sedikit berani beradu kepala dengan pemain Arjuna tadi, tentunya gol itu tak akan terjadi. Seolah-olah ia hanya melompat tanpa melakukan suatu tindakan penyelamatan yang berarti.

Ben Hattrick kehilangan taring. Ia menelungkup di rumput. Percuma, kedudukan berganti, 1-0 untuk Arjuna.

Muntha menghela nafas panjang. Ketegangan baru saja lewat. Pennya bergerak, menuliskan beberapa kalimat pendek. Penonton di sebelahnya mendumal, rupanya ia fans berat Klub Gatot Kaca.

“Lebih baik tidak usah jadi pemain Prof kalau takut bola-bola atas,” ujarnya dengan wajah kusut.

Muntha tersenyum kecil. Di notesnya terbaca, “Pemain sepakbola takut bola atas.” digaris bawahi tebal-tebal.

Menit-menit terakhir Arjuna seolah mendapat semangat baru. Serangan bergelombang silih berganti diperagakan gelandang penyerang mereka. Hari naas bagi Ben Hattrick, ia membuat kesalahan kedua. Seorang gelandang menyerang Arjuna berupaya menembus pertahanan Klub Gatot Kaca diganjal kerasoleh Ben, tanpa ampun Ben Hattrick dihadiahi kartu merah oleh wasit.Lunglai!Jagoan kertas keluar lapangan. Tragisnya, tinggal 10 detik lagi pertandingan usai.

Peluit wasit menandakan berakhirnya pertandingan sore ini. Muntha bergegas meninggalkan stadion dengan sebuah catatan kecil,”Pemain berbakat itu ternyata Macan ompong!”

ooo

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

Filed under Cerpen, Uncategorized

PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA DKI JAKARTA

Punya mimpi pergi ke Kanada, Australia,Malaysia, ASEAN-Jepang, Korea gratis jangan sia-siakan kesempatan ini bagi pemuda usia 18-25 tahun silakan daftar di http://www.pcmidkijakarta.wordpress.com untuk kalian yang tinggal diseputar DKI Jakarta formulir sudah bisa di dapatkan 1-10 April seleksi mulai tanggal 17-18 tanpa dipungut biaya. Syaratnya harus menguasai Bahasa Inggris baik lisan mau tertulis, menguasai kesenian daerah. Bagi kalian yang tinggal di daerah silakan daftar di dinas pemuda dan pariwisata setempat. Program ini setiap tahun ada, persiapkan diri kalian dan wujudkan mimpimu!

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

ANAK KECIL PENJUAL OPAK

“Opaaaak…..Opaaaak…..Opaaak” teriakan anak kecil itu begitu familiar bagiku setiap sore. Sosoknya yang kecil, kurus dengan kulit gelap, nampah berisi opak yang ditutupi plastik hampir menutupi sebagian kepalanya. Begitulah kegiatan anak kecil ini setiap sore sementara anak-anak lain sedang asyik bermain-main.

Kadang banyak yang membeli opaknya yang hanya berharga seribu rupiah, kadang juga hanya satu dua apalagi saat hujan lebat, Anak itu biasanya numpang berteduh di emperan toko atau beranda rumah penduduk sambil tangannya bersilang di dada kedinginan.

Waktu aku tanya untuk apa uangnya jualan Opak, ia bilang untuk makan berdua dengan ibunya yang single parents dan buat ongkos sekolah, rupanya dia hanya berjualan sore hari karena pagi harinya ia sekolah.

Sekian tahun berlalu aku bertemu lagi dengan anak kecil penjual opak itu. Dia sekarang sudah beranjak remaja, mungkin sudah SMP dan dia tidak menjajakan opaknya berkeliling berjalan kaki lagi sekarang dia sudah menggunakan sepeda untuk berjualan.

Sekarang aku jarang bertemu dengannya. Mudah-mudahan kehidupannya sudah lebih baik dan tak perlu berjualan opak keliling lagi. Kuharap dia masih terus melanjutkan sekolahnya walaupun dengan segala keterbatasannya. Ketegaran dan kegigihannya menginspirasiku. Dia tidak dipaksa untuk jualan, ia ikhlas membantu Ibunya yang kerja serabutan biar bisa mereka bisa tetap hidup dan ia tetap sekolah sebagai tanda bakti seorang anak pada orang tuanya.

Tulisan ini kuikutsertakan dalam lomba menulis tentang “invisible” man dalam rangka Ulang Tahun Salsabeela atau Olie, happy birthday semoga bahagia dan sukses selalu

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Writing Session Clubnya Farida susanty

Banyak banget yang nanya e-mailku dan ingin mengirimkan cerpennya untuk aku baca dan aku bahas, tapi maaf sekali lagi maaf kadangkala aku ngga punya cukup waktu untuk membacanya satu persatu dan membahasnya, berhubung aku juga punya kesibukan lain yang sangat padat pada pekerjaanku.

Tapi ada kabar baik bagi teman-teman yang punya bakat menulis, atau yang suka menulis tapi masih malu-malu dan belum pede sama tulisannya, temanku Farida Susanty penulis buku Dan Hujanpun berhenti dan karena kita tidak kenal, membuka writing session setiap jam 9 malam, so kalo kalian punya cerpen dan kalian masih ragu cerpen kalian bagus apa ngga bisa didiskusikan di forum ini, hebatnya lagi katanya kalo cerpen kalian bagus mungkin saja terpilih dan dimuat dimajalah herve. Nah, tunggu apalagi, kirimkan cerpen kalian ditwitter : @writingsession, atau kalau di http://writingsessionclub.blogspot.com/, buruan kirimkan cerpenmu di writingsession@hotmail.com

6 Komentar

Filed under Uncategorized

Ramadhan is back!

Ramdhan is back! Time for holliday and writing. but Most of all back to zero. I would like to appologize for all my mistakes to all my friends, sisters and brothers, May allah bless us in this blessing month.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Perseteruan Penulis Muda

mengutip vl Steve job ;twitter What have you done that’s so great? Do you create anything or just critisize other works?
Dengan adanya blog dan jejaring sosial yang membuat para penulis bisa saling berhubungan, beinteraksi, berdiskusi, saling kritik, hingga saling menjatuhkan. Sangat disayangkan! Mengapa aku tidak ingin ikut-ikutan, karena merasa bukan lagi penulis muda dan aku merasa belum apa-apa sebagai penulis…he…he…
Sebagai penulis akankah lebih baik menjadi lebih elegan dan punya idealisme tentunya tidak mengikuti gaya brutal dan dan sama sekali tidak mengindahkan estetika, apalagi sampai mengumbar emosi dan sumpah serapah.
Biarlah pembaca yang menilai apa dan bagaimana karya kita, buktikan karya kita memang terbaik dari feedback pembaca karya kita, bukannya mengundang sensasi di blog kalo karya si anu jelek, karya si ini banyak kekurangannya bandingkan dengan karya aku.
Mungkin karena sudah “berumur” he…he…aku lebih memandang keberhasilan orang lain sebagai cambuk untuk berkarya lebih baik, dan aku kayaknya ngga punya cukup waktu untuk bahkan membacapun kadang tidak sempat, maklum disamping bekerja aku sudah punya keluarga yang harus diurus. kalaupun aku masih sempat ngeblog aku ingin lebih menulis untuk sesuatu yang kuanggap penting dan berguna.
Aku sangat senang sekali apabila ada penulis-penulis baru yang akan mermunculan dan bermekaran meramaikan dan memperkaya persastraan ditanah air. Karena selalu akan ada pengganti disetiap generasi. Daripada sibuk mengkritik karya orang lain lebih baik sibuk berkarya sebaik-baiknya.
dimulai dengan kutipan twitter diakhiri dengan kutipan lagi :
Give someone something nice today, Say someone something nice today,be nice to your self today,it will make your day nice,today. Have a nice day everybody 😉

2 Komentar

Filed under Uncategorized

special stories at special moments

Pengen cerpenmu dipilih sama editor trus dimuat di majalah atau tabloid mereka, bikinlah cerpen yang sesuai dengan momen saat itu
1. Bisa peringatan hari kartini, hari ibu, hari pendidikan hari kemerdekaan, hari buruh, hari raya idhul fitri, idhul Adha, Natal, dll.
dari momen hari-hari diatas kamu temukan tema yang kira-kira sesuai dengan momen hari-hari tersebut genrenya terserah mo horor kek, komedi kek, romance kek, keluarga kek, persahabatan yang penting ada hubungannya dengan momen tersebut. Contoh tentang Indhul Fitri, mungkin kamu bisa bikin tema memaafkan mantan pacar yang telah menyakiti kamu, Hari kartini tentang si tomboy Anya yang ingin berlomba menaklukkan puncak gunung di hari kartini melawan Aldo si ketua pecinta alam yang sombong yang diam-diam menaruh hati pada Anya, hari ibu, tentang perjuangan Lestari yang ingin membahagiakan ibunya yang lumpuh. banyak sekali ide yang dapat kita gali dari hari-hari istimewa tersebut tinggal kita bisa mengembangkan idenya aja. ceritanya bisa tentang hari istimewa itu disebutkan dalam cerita, atau bagaimana si tokoh utama menghadapi hari-hari istimewa tersebut ditengah masalah yang dihadapinya? Atau esensi hari-hari istimewa yang dapat kita tangkap dan dijadikan tema, misalnya hari kartini esensinya tentang emansipasi wanita, hari ibu tentang penghargaan sang anak terhadap betapa mulianya ibu mereka, hari kemerdekaan, betapa bahagianya hidup dizaman kemerdekaan, kemerdekaan berpikir, meraih pendidikan, Hari raya idhul fitri tentang kepekaan sosial kita, kelapangan hati meminta maaf dan memaafkan.
2. Momen yang dirayakan remaja, Valentine, New Year, Prom, hallowen, April Mop,liburan,dll.Buatlah judul yg ada valentine, Prom, Liburan, contoh Liburan terakhir di bali, Valentine sudah usai, Prom terindah. Biasanya majalah atau tabloid membuat edisi spesial untuk momen diatas, kalo kalian mengirim cerpen yang ada judul yang tepat dengan momen edisi spesial itu, kemungkinan untuk dimuat akan lebih besar, kirimlah beberapa bulan, atau minggu lebih awal, jadi saat editor ingin memilih cerpen mana yang sesuai mengisi edisi spesial itu cerpen kamu yang berjudul tepat dengan momennya akan jadi perhatian lebih dahulu dibanding cerpen-cerpen lainnya walaupun cerpennya ada hubungannya dengan momen tersebut. Asyiknya lagi cerpen kita dimuat di edisi spesial, kalo dimuat lho…he…he…
3. Setiap bulan ada cerpennya
contoh bulan september, September ceria, Bulan Desember judul cerpennya Desember kelabu, Januari Biru…whatever, kadang editor memilih cerpen yang sesuai dengan bulan edisi terbit mereka.
4. Sesuai tren,
Saat ini lagi tren Bahasa Alai, Viera, Pasha Ungu, UAN, Markus, Facebook, Twitter, Miyabi, bisa jadi ide untuk membuat cerpen, Majalah kadang bikin edisi khusus Band ngetop, cari cerpennya yang sesuai dengan Band ngetop itu. atau lagi membahas Bahasa gaul, mereka mencari cerpen yang ada hubungannya dengan bahasa gaul, tentang facebook, cari cerpen yang ada facebook-facebooknya.
Well, tunggu apalagi sebentar lagi kan prom, trus ulangan semesteran dan liburan buruan bikin cerpen yang ada hubungannya dengan itu, Ngirimnya lebih awal jangan sampai momennya lewat. kirim deh ke majalah dan tabloid mudah-mudahan dimuat yaa. Chayoooo

2 Komentar

Filed under ide, Uncategorized

Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta

Setelah terakhir kali Novel “Tanah Tabu” karya Anindita S. Thayf – yang menjadi pemenang pertama sayembara novel 2008 – telah sukses diterbitkan Gramedia Pustaka Utama pada medio 2009 lalu, Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta kembali hadir tahun ini mencari karya-karya terbaik lainnya.

Sayembara 2 tahunan ini terbuka bagi siapa saja, baik dari pengarang Indonesia yang sudah punya nama maupun pemula, yang memperlihatkan kebaruan dalam bentuk dan isi. Sayembara akan mencari karya terbaik sebagai pemenang utama untuk dihadiahi uang tunai sebesar Rp 20.000.000, dan empat pemenang unggulan yang akan dihadiahi uang tunai masing-masing sebesar Rp 7.500.000.

Untuk merangsang dan meningkatkan kreativitas pengarang Indonesia dalam penulisan novel, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali menyelenggarakan Sayembara Menulis Novel. Lewat sayembara ini DKJ berharap lahirnya novel-novel terbaik, baik dari pengarang Indonesia yang sudah punya nama maupun pemula, yang memperlihatkan kebaruan dalam bentuk dan isi. Adapun persyaratannya sebagai berikut:

Ketentuan Umum

– Peserta adalah warga negara Indonesia (dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk atau bukti identitas lainnya).

– Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah.
– Naskah belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun, baik sebagian maupun seluruhnya.

– Naskah tidak sedang diikutkan dalam sayembara serupa.

– Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik.
– Tema bebas.

– Naskah adalah karya asli, bukan saduran, bukan jiplakan (sebagian atau seluruhnya)

Ketentuan Khusus

– Panjang naskah minimal 150 halaman kuarto, 1,5 spasi, Times New Roman 12

– Peserta menyertakan biodata dan alamat lengkap dalam lembar tersendiri, di luar naskah
– Empat salinan naskah yang diketik dan dijilid dikirim ke:

Panitia Sayembara Menulis Novel DKJ 2010
Dewan Kesenian Jakarta
Jl. Cikini Raya 73
Jakarta 10330
Batas akhir pengiriman naskah: 30 September 2010 (cap pos atau
diantar langsung)

Lain-lain
Para Pemenang akan diumumkan dalam Malam Anugerah Sayembara Menulis Novel DKJ 2010 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada pertengahan Januari 2011.
Hak cipta dan hak penerbitan naskah peserta sepenuhnya berada pada penulis.
Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat-menyurat.
Pajak ditanggung pemenang.
Sayembara ini tertutup bagi anggota Dewan Kesenian Jakarta periode 2009-2012.
Maklumat ini juga bisa diakses di http://www.dkj.or.id
Dewan Juri: Agung Ayu, Anton Kurnia, dan A.S. Laksana

Hadiah

Pemenang utama Rp. 20.000.000
Empat pemenang unggulan @ Rp. 7.500.000

Selamat berlomba!

Dimas Fuady
Public Relations Jakarta Arts Council

http://www.dkj.or.id

2 Komentar

Filed under lomba menulis, Uncategorized

Biar editor sajalah

Senang sekali melihat sambutan hangat pembaca blogku ini. Aku hanya ingin berbagi sedikit pengetahuan dan pengalaman yang kupunya. Kalo ada yang termotivasi atau terinspirasi itu sebuah kejutan yang luar biasa bagi aku. Dalam blogku ini aku tidak banyak berteori karena sekali lagi aku bukan ahlinya, kebanyakan sih sharing, aku masih belajar juga, soalnya…he…he…

Dari pengalamanku aku, buat teman-teman dan adek-adek punya ide dan suka menulis. Tulis dan kirimkan. Tulis dan kirimkan. Tulis dan kirimkan. Apalagi yang pemula, kalo menulis terus minta dibaca sama teman-teman, atau siapa terus minta saran dan kritik, (bagus sih demi perbaikan karyamu) tapi kalo tidak kuat mental kamu akan bete sendiri dan menurunkan rasa PD dan semangatmu, alih-alih kamu jadi semangat malah kena “writer block” alias mogok menulis, macet…cet…cet…

Editor saja, kadang tidak mengirimkan e-mail atau surat balasan kenapa karyamu tidak dimuat, pokoknya tidak dimuat aja. Bagi yg mentalnya ngga kuat cepat menyerah, tapi yang mental baja, bukannya menyerah malah makin semangat mengirimkan karya terbaiknya, pokoknya sampai dimuat!

Kata orang besar bakat itu cuma satu persen sisanya kerja keras, betul…betul…buanget! Semakin banyak kamu menulis semakin terasah. Buat yang masih baru dengan dunia tulis menulis ini, tuliskan karyamu dan kirimkan, biar editor sajalah yang menentukan tulisanmu bagus atau tidak layak muat atau tidak! Kalo tidak dimuat berarti belum memenuhi kriteria mereka, dan mulailah dari tantangan yang termudah dulu, misal mading sekolah, penerbit lokal, penerbit nasional. Tapi tidak harus begitu juga, kamu bisa saja mengirimkan kesemua penerbitan yang ada, lokal, nasional, internasional, dan biarkan editor sajalah yang menentukan! you will never know if you don’t try, OK? like my friend said, publish or perish!

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized