Category Archives: pojok puisi

DILEMA

DILEMA by Misfah Khairina

Rasanya seperti diseret ke pintu neraka

Nurani dibelenggu kau turut tirani

Bertahun-tahun mendustai diri

Mengajarkankejujuran melakukan ketidakjujuran

Percuma berteriak, kau bungkam dalam kebohongan berantai

Demi kebanggaan

Demi harga diri

Demi nilai diri

Kau menunggu saat itu tiba

Kau bebas dari belenggu dan terbebas dari rantai kemunafikan

kembali mengajarkan sesuatu yang hakiki, yang diridhoi Allah

Semoga waktu itu tak lama lagi

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under pojok puisi

APA YANG KAU TAHU?

APA YANG KAU TAHU KARYA MISFAH KHAIRINA

Apa yang kau tahu?

Menjadi ibu tidaklah mudah

Hamil itu tidak mudah

Melahirkan apa lagi

Selalu ada alasan dalam proses kelahiran

Ini hidup dan mati. Bukan urusan mudah

Hanya Tuhanlah yang meniupkan kekuatan ke jiwa ibu-ibu yang lemah hingga tangis-tangis bayi mungil itu terdengar di dunia.

Perjuangan tidak berhenti disini

Jangan menghujat, semua ada alasan bukan pembenaran

Rasakan baru kau tahu

Tinggalkan komentar

Filed under pojok puisi

Jerit Anak Negeri

JERIT ANAK NEGERI KARYA MISFAH KHAIRINA

Sudahkah kalian melihat sekolah kami yang nyaris runtuh?

Berdinding seadanya tanpa jendela

Jangan tanya internet, bukupun hanya satu dua

Tak ada LCD, hanya papan tulis kecil dan kapur tulis

Guru kami digaji tiga bulan sekali, menempuh berpuluh-puluh kilo untuk mendidik kami

Sudahkah kalian liat kami?

Kurikulum terus berganti, konon meniru negeri seberang

Sedang yang kami butuh hanya sekolah yang layak, buku-buku yang banyak dan gaji guru yang berhak

Dengarlah kami

Tinggalkan komentar

Filed under pojok puisi

Puisi: Dry Savanah by Misfah Khairina

DRY SAVANAH
by
Misfah Khairina
There is no tear to stop your leaving
There is no rain to bloom the flower
There is no breeze to blow poetic message
There is no trust to cure the dying heart
Just only a dry savanah inside
When you’ve said your ancient words

Tinggalkan komentar

Filed under pojok puisi

Puisi : Bulan Jatuh by Misfah Khairina

Bulan jatuh
karya
Misfah Khairina

Ketika bulan jatuh kepangkuanku
Apa yang sedang terjadi padaku?
Tanya hati heran
Kala Bulan jatuh ke matamu
Aku sadar dalam nyata yang samar
Saat bulan jatuh kepelukan
Tenggelam dalam hati terendam
Kukira seorang pemimpi mengakhiri mimpinya

2 Komentar

Filed under pojok puisi, Uncategorized

PUISI : IMPAS BY MISFAH KHAIRINA

IMPAS
BY
Misfah Khairina

Kau dan aku berada dalam satu arena
di Plaza La Paloma
Orang-orang bersorak-sorai
Melambaikan sapu tangan dan mawar merah

Kau dan aku berada di tengah-tengah arena
Aku matador dan kau bantengnya
Pertarungan dimulai
Kibaran kain merah dan spakan kaki banteng beradu
Dalam gemuruh sorak-sorai
dan cinta yang membakar dada
dan debu kebencian yang berterbangan

Satu gerakan belatiku bersaranag didadamu.
Darah muncrat, matamu membara
Ough! ada perih di dada ini
Tandukmu menancap di jantungku

Kita berada di tengah-tengah arena
yang berbau amis darah
dan wangi kematian

tatapan kita yang lemah
Seakan-akan mengucapkan selamat tinggal cinta
Ribuan sapu tangan dan bunga mawar jatuh ke tanah
Merayakan kemenangan sang ego

3 Komentar

Filed under Bahasa, pojok puisi, Uncategorized