PUISI

AKU TAK MEMILIH
By
Misfahkh

Biarlah yang lain memilih
Aku tidak
Yang menang asal banyak uang
Suaraku begitu berharga
Tak terbeli
Nyatanya yang bias dibeli lebih banyak
Aku bisa apa
Tinggal menikmati derita bersama

Pagi di Tepian Sungai
By
Misfahkh
Matahari mengintip malu diufuk timur
Desir suara kayuh mengalun lembut
Suara klotok memecah heningnya subuh
Ibu-ibu bertanggui menjemput rejeki diMuara Kuin
Pembeli penjual bercengkrama disela-sela harum kopi dan kuah soto Banjar
Wisatawan menikmati untuk-untuk hangat dan pisang goreng
Hingga pagi menyingsingdan perahupun pulang

Pangeran antasari
By
MisfahKh
Angkat kerismu lawan Walanda
Tuanku Raja kerajaan Daha
Waja sampai kaputing terus kau kobarkan
Hingga roh lepas dari raga

Pada Suatu Masa
By MisfahKh
Saat semua hilang
Yang ada hanya kenangan
Jiwa-jiwa yang dulu ada
Menetap di hati selamanya
Pada suatu masa
Jiwa-jiwa itu dating menjemputmu
Membawamu kenegeri seberang
Kitapun reuni ke masa lalu
Dan tiada lagi masa depan
Tiada lagi kesedihan dan duka lara
Yang ada tawa

Kemarau 2015
By MisfahKh
Tanah retak-retak
Dulunya sungai kini tanah kerontang
Pohon-pohon meranggas
Tinggal ranting-ranting tak berdaun
Lidah api menari dipucukpepohonan
Asapnyaberkeliaran tak terkendali
Kerumah-rumah, ke jalan-jalan
Berakhir diparu-paru manusia malang

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s