ANAK KECIL PENJUAL OPAK

“Opaaaak…..Opaaaak…..Opaaak” teriakan anak kecil itu begitu familiar bagiku setiap sore. Sosoknya yang kecil, kurus dengan kulit gelap, nampah berisi opak yang ditutupi plastik hampir menutupi sebagian kepalanya. Begitulah kegiatan anak kecil ini setiap sore sementara anak-anak lain sedang asyik bermain-main.

Kadang banyak yang membeli opaknya yang hanya berharga seribu rupiah, kadang juga hanya satu dua apalagi saat hujan lebat, Anak itu biasanya numpang berteduh di emperan toko atau beranda rumah penduduk sambil tangannya bersilang di dada kedinginan.

Waktu aku tanya untuk apa uangnya jualan Opak, ia bilang untuk makan berdua dengan ibunya yang single parents dan buat ongkos sekolah, rupanya dia hanya berjualan sore hari karena pagi harinya ia sekolah.

Sekian tahun berlalu aku bertemu lagi dengan anak kecil penjual opak itu. Dia sekarang sudah beranjak remaja, mungkin sudah SMP dan dia tidak menjajakan opaknya berkeliling berjalan kaki lagi sekarang dia sudah menggunakan sepeda untuk berjualan.

Sekarang aku jarang bertemu dengannya. Mudah-mudahan kehidupannya sudah lebih baik dan tak perlu berjualan opak keliling lagi. Kuharap dia masih terus melanjutkan sekolahnya walaupun dengan segala keterbatasannya. Ketegaran dan kegigihannya menginspirasiku. Dia tidak dipaksa untuk jualan, ia ikhlas membantu Ibunya yang kerja serabutan biar bisa mereka bisa tetap hidup dan ia tetap sekolah sebagai tanda bakti seorang anak pada orang tuanya.

Tulisan ini kuikutsertakan dalam lomba menulis tentang “invisible” man dalam rangka Ulang Tahun Salsabeela atau Olie, happy birthday semoga bahagia dan sukses selalu

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s