Monthly Archives: Februari 2010

Nulis cerpen pake Bahasa Gaul atau Bahasa Indonesia baku?

Kalo harus mikir dulu musti pake bahasa gaul atau Bahasa Indonesia yang baik benar sebelum nulis cerpen, bisa-bisa cerpennya ngga jadi-jadi karena kita kebanyakan pikir. Tulis dulu apa yang ingin kita tulis baru kita baca kembali dan revisi. Semuanya tergantung kita, yang mana yang kita merasa nyaman, nulis pake Bahas gaul atau Bahasa Indonesia Baku.
Aku kadang nulis pake bahasa gaul, kadang pake Bahasa Indonesia baku, apa salah? Kadang nulis yang pake Bahasa Indonesia baku ngga dimuat, yang bahasa gaul malah dimuat atau sebaliknya. Memang menulis cerpen dengan Bahasa Indonesia yang baku itu long lasting bisa dibaca kapan saja, sekarang hingga masa-masa yang akan datang. Contohnya Roman Siti Nurbaya, dll.Bahasa Gaul terbatas pada dimana masa saat Bahasa gaul itu digunakan, setiap masa Bahasa gaulnya berbeda. Simpel aja kalo kamu masih muda, remaja, tulis aja cerpenmu dengan Bahasamu, atau bahasa gaul yang sedang beredar dikalangan kawula muda, sementara itu kamu belajar juga membuat cerpen dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sejalan dengan perkembangan umur, sedikit-demi sedikit, asa karena biasa, kamu akan meninggalkan Bahasa gaulmu dan beralih pada Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jangan ragu untuk menuliskan ide-idemu. Kalau semuanya dari hati dan pikiran yang kreatif, Bahasa apapapun tak masalah.

Iklan

5 Komentar

Filed under Bahasa, Cerpen, ide, Uncategorized

Honor cerpen

Setiap kali cerpen kita dimuat ada kebahagiaan tersendiri melihat cerpen kita sendiri dipublikasikan, apalagi sampai dibaca dan diapresiasi dapat honor pula. Memang dari menulis cerpen kita ngga bisa serta merta jadi millioner.

Honor cerpen yang pernah kuterima berkisar antara Rp.25.000 hingga Rp.300.000 ribu rupiah. Tapi aku tidak mempermasalahkan berapapun honor yang diberikan, yang penting aku berkarya sebaik-baiknya, dimanapun cerpenku akan dikirimkan, media yang hanya memberi Rp.25.000 saja per cerpen atau Rp. 300.000 percerpen aku tetap mengirimkan karyaku. Bahkan dulu ada media yang hanya memberikan Rp.75.000 setiap cerpen dimuat sekarang mereka memberikan hampir Rp.300.000 ribu dipotong pajak tentunya.

Lucunya pernah cerpenku dimuat, honornya belum aku terima hingga berbulan-bulan ternyata honornya nyasar…he…he…kalau punya kejadian seperti ini cepat saja confirm ke medianya, mereka akan menindak lanjuti. Tapi untung saja aku beli medianya, pernah aku malah tidak tahu sama sekali cerpenku dimuat, tahu-tahu honornya datang.

Dulu media mengirimkan honor cerpenku biasanya liwat wesel pos sekarang tinggal tulis rekening bank kita aja dihalaman terakhir cerpen yang kita kirimkan, jangan lupa juga kirimkan sejenis surat pendek tentang biodata kita dan alamat yang jelas, kalo perlu No. Hp dan tentu saja no. rekening Bank tadi. kalau cerpen sudah dimuat dan honor sudah masuk rekening kita jangan lupa confirm lagi sekaligus mengucapkan terima kasih. hubungan baik dengan media itu hukumnya wajib, bukankah kita ingin cerpen kita terus-terusan diterbitkan bukan? selain karyanya layak muat, hubungan baik yang kita jalin dengan media membuat karya-karya kita terus exist diberbagai media penerbitan.

46 Komentar

Filed under Cerpen, Majalah, Uncategorized

Ada apa di Majalah Kawanku No.64?

Ada apa dimajalah Kawanku No.64 Yang Covernya Justine Beiber? Sttt…Buka halaman cerpennya dan….tretetetet…tetet….Ada Cerpen Yang judulnya Pangeran Alam, penulisnya yang punya blog ini….he…he…

Lama banget aku ngga ngririm cerpen ke Majalah Kawanku, sebenarnya ada sih beberapa cerpen yang kukirim ke Kawanku tapi mungkin ngga layak muat, sekarang pas dimuat malah aku ngga tahu? Taunya pas liat buku tabungan kok ada transferan?….he…he…

Udah ada feeling deh kayaknya dari Majalah Kawanku. Aku dan Majalah Kawanku itu punya stori yang sangat panjang. sekedar bocoran, cerpen pertamaku yang dimuat majalah, Ya Majalah Kawanku judulnya Cermin, waktu Majalah Kawanku masih baru terbitnya, Covernya Edward Furlong. Waktu itu aku girang bukan kepalang, rasanya gimana gitu melihat karya sendiri di majalah…ngga percaya…bingung kok bisa dimuat?…he…he…Terima kasihku pada Majalah Kawanku yang telah memberiku keyakinan dan kepercayaan diriku, bahwa karyaku dihargai dan dapat dinikmati.

// <![CDATA[src=”http://kumpulblogger.com/dam.php?b=98998&#8243; type=”text/javascript”>]]>
</script>

44 Komentar

Filed under Cerpen, Majalah, Uncategorized

STRESS DAN IDE

Pernahkah kamu disaat lagi stress dan kerjaan setimbun, ide mengalir dengan derasnya seperti sungai dikala banjir. Kadangkala disaat begitu disela-sela pekerjaan,sempat-sempatnya aku  menulis di notes,atau bela-belain bergadang tengah malam untuk menuangkan ide jadi tulisan. karena bagiku kalau sudah ide di kepala kalau dibiarin bakalan menguap begitu saja. Anehnya disaat liburan atau leyeh-leyeh waktu luang, ide entah ngumpet dimana?

Mungkin saat kita bekerja dan stress otak kita terkondisi untuk kreatif. Kadangkala bagi aku menulis juga sekaligus pelepasan stress. Kadang apa yang menurutku tidak benar, protes-protesku, kemarahanku, kuluapkan dalam cerita-ceritaku. Kadangkala kejadian menarik ditempat kerja, diperjalanan, ditengah macet, atau curhatan teman-teman menjadi ide yang luarbiasa.

Jadi sebenarnya stress itu ada juga gunanya untuk mentrigger aku menjadi lebih kreatif.

2 Komentar

Filed under Cerpen, ide, Uncategorized