BERAWAL DARI BLOG

Banyak pe rtanyaan yang ingin sekali karyanya diterbitkan Majalah, koran, maupun Tabloid tapi masih malu atau bingung mengirimkan karyanya. Kalian bisa memulainya dengan ngeblog. Blog sarana yang bagus untuk memamerkan karya kalian pada orang lain. Sebagai contoh dua kakak beradik Agnes dan Teddy Davonar.

Mereka mulai berkarya dari blog. Awalnya kakaknya Agnes yang sering memposting karya cerpen dan novelnya di blog pribadinya, melihat karya kakaknya banyak dibaca dan mendapatkan penghargaan Davonarpun tergerak hatinya membuat karyanya di blog, akhirnya mereka membuat blog atas nama mereka berdua di http://www.agnesdavonar.net. Apabila pembaca mereka sudah 100 ribu mereka memformatnya menjadi novel, yang kemudian banyak perushaan film yang ingin membuat karya mereka dalam versi layar lebar.

Kakak beradik ini telah menghasilkan 5 Novel dan 140 cerpen, Karya mereka yang sudah difilmkan Surat Kecil untuk Tuhan, Ayah Mengapa aku Berbeda, My Blackberry Girlfriend, My Last Love, dan puluhan FTV. Semoga kalian terinspirasi dengan kesuksesan mereka.

Tinggalkan komentar

Filed under blog sastra, tips

PERTUKARAN PEMUDA ANTAR NEGARA DKI JAKARTA

Punya mimpi pergi ke Kanada, Australia,Malaysia, ASEAN-Jepang, Korea gratis jangan sia-siakan kesempatan ini bagi pemuda usia 18-25 tahun silakan daftar di http://www.pcmidkijakarta.wordpress.com untuk kalian yang tinggal diseputar DKI Jakarta formulir sudah bisa di dapatkan 1-10 April seleksi mulai tanggal 17-18 tanpa dipungut biaya. Syaratnya harus menguasai Bahasa Inggris baik lisan mau tertulis, menguasai kesenian daerah. Bagi kalian yang tinggal di daerah silakan daftar di dinas pemuda dan pariwisata setempat. Program ini setiap tahun ada, persiapkan diri kalian dan wujudkan mimpimu!

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

KUMPULAN CERPEN KOMPAS

Please cekidot blog ini http://cerpenkompas.wordpress.com/
Bagi seorang penulis cerpen-cerpen yang dimuat di kompas minggu jadi patokan mutu. Disinilah penulis-penulis terbaik mempublish karya terbaiknya. Tapi saya akui tidak setiap minggu membeli Kompas minggu, namun dengan mengunjungi blog ini saya bisa membaca cerpen-cerpen yang pernah dimuat di Kompas Minggu. Berbagai sastrawan dari yang senior maupun junior dapat kita temui disini, cerita dari berbagai genre dan gaya penulisan dapat kita jumpai di blog ini. Dari membaca karya yang baik aku percaya kita akan termotivasi untuk membuat karya yang lebih baik dan siapa tahu suatu hari nanti karya saya atau kamu akan muncul di Kompas minggu.

1 Komentar

Filed under blog sastra

Cerpen : HANABASHI by Misfah Khairina

“Kau layani dulu pembeli. Ibu mau tengok Kayla dulu.” Kata Nadia pada Asih, bergegas ke ruang sebelah dimana ia tinggal.Bayi mungilnya sedang menagih ASI. Dari jendela kamar Kayla, Nadia melihat sepasang manusia keluar dari dalam mobil. Yang laki-laki terlihat rapi dengan stelan kemeja bergaris dan celana konduroy coklat tuanya. Tangannya menenteng smartphone keluaran terbaru. Sementara yang wanita kelihatan fashionable mengenakan minidress berbunga-bunga kecil dengan warna pastel dengan bolero berwarna khaki. Tangan kirinya menenteng tote bag berwarna senada dengan boleronya, sementara tangan kanannnya bergelayut manja di lengan si lelaki.
Asih, pegawai baru itu akan melayani mereka. Sudah beberapa hari Asih bekerja di took bunga milik Nadia. Selama itu dia menunjukkan kinerja yang bagus. Cekatan dan ramah. Nadia merasa sangat terbantu, disaat-saat ia masih memberikan ASI eksklusif pada Kayla.
“Bu…Bu Nadia…rangkaian bunga kering di dinding itu dijual?” Asih tergopoh-gopoh menghampiri Nadia.
“Yang mana? Tunggu sebentar!”
Nadia hati-hati meletakkan Kayla yang sudah tertidur pulas ke dalam boxnya.
“Hanabashi itu dijual kecuali yang paling besar itu tidak dijual. Maaf milik pribadi.” Kata nadia pada sepasang muda-mudi yang sudah membeli mawar segar, nampaknya mereka berminat pada rangkaian bunga kering yang ditata indah dan dibingkai dikenal sebagai hanabashi. Nadia memepelajari merangkai bunga itu saat ia sekolah di Jepang.
“Tapi aku mau yang itu!” rajuk si wanita pada laki-laki disampingnya pada sembari menunjuk pada rangkaian hanabashi berukuran besar yang dipenuhi kelopak kering mawar merah dirangkai seperti buket pengantin.
“Please saya bayar, berapapun harganya.” Ujar laki-laki itu berpaling pada Nadia.
“Arman!” hati Nadia menejerit . Wajah lelaki itu sekilas menunjukkan keterkejutan.
“Maaf kami tidak menjual yang itu. Koleksi pribadi, berapapun anda sanggup membayarnya. Ulang nadia mendadak merasa tak nyaman di took bunganya sendiri. Entah apa sebabnya.
“kalau tidak dijual kenapa dipajang?” dumal si wanita.
“Sudahlah Karin. Yang itu juga bagus, apa yang itu , kamu suka kucing kan?”
“Tapi aku maunya yang itu!”
“Ngga boleh sama yang jual, sayang. Bagaimana kalau yang ini saja, sebagai tanda maafku., please?”Arman memohon dengan tatapan selembut kelinci. 21 mawar kuncup ditangannya.
“Sebagai tanda maafku.”
“Baiklah”. Ujar wanita bernama Karin seraya mendengus halus, mereka berpelukan. Nadia membuang pandang. Dadanya terasa sesak, sementara matanya terasa memanas. Arman mengeluarkan kartu kreditnya dan membayar semua bunga-bunga yang ia hadiahkan pada Karin.
Saat Nadia mengembalikan kartu kredit Arman, tak sengaja pandangan mereka beradu, “Nad, senang bertemu denganmu kembali.” Kata Arman dengan senyum kecil disudut bibirnya. Nadia tidak tahu harus berkata apa dengan peretemuan tak disangka-sangka itu.
Stelah kepergian Armand an Karin. Nadia masih terduduk lemas dengan mata menatap hanabashi terindah di dinding toko bunga itu. Rangkaian buket pengantin hanabashi itu istimewa pun penuh kenangan. Kenangan akan cintanya pada seseorang. Seseorang yang mengisi hatinya 7 tahun yang lalu.
Pikiran Nadia mengembara ke masa silam saat ia masih jadi wanita terkasih lelaki bernama Arman. Ia teringat hari itu mereka menikmati makan malam yang romantic di restaurant Perancis sebelum keberangkatannya ke Jepang, “Arman, sebentar lagi aku ke Jepang..menurutmu gimana kalau kita tunangan dulu?”
Wajah Arman menunjukkan keterkejutan, seakan-akan ia menelan sesuatu yang aneh dikerongkongannya, sehingga ia harus membasahinya dengan menenguk anggur putih itu dua kali.
“Tunangan? …ada apa ini Nadia? Ngga cukupkah kita saling mencintai?”
“Man kita sudah pacaran 3 tahun. Aku ingin kepastiansebelum keberangkatanku ke Jepang. Sebuah perjalanan pasti ada akhirnya bukan?”
“Nad,…sorry…terus terang aku belum siap. Aku masih punya banyak mimpi. Banyak keinginan yang belum kucapai. Aku ingin menuntaskan S2ku dan mengembangkan usaha yang diwariskan ayahku. Tunangan…nikah…bukan prioritasku saat ini. It…is not the right time…honey. Maafkan aku jika aku mengecewakanmu.”
Begitulah Arman, walaupun sudah tiga tahun mereka bersama, Nadia belum bias memahami siapa sesungguhnya kekasihnya itu. Hingga ia sekolah ke Jepang, beberapa kali mereka putus sambung. Sampai disuatu titik Nadia merasa terlalu lelah untuk menunggu. Seorang lelaki Indonesia yang dikenalnya di Jepang mendekatinya. Disaat hatinya bimbang dan bingung dengan jalinan kasihnya dengan arman yang tak berujung, Rio menunjukkan keseriusannya. Rio dating dengan keluarnya meminang Nadia menjadi istrinya. Nadia pasrah dengan takdirnya. Lamaran Rio, suatu tanda dari Tuhan untuknya. Nadia memutuskan menerima pinangan itu.
Nadia mengundang Arman di resepsi pernikahannya. Tapi Arman tidak datang. Sehari sebelum hari H, Arman mengirimkan buket mawar dan ucapan selamat. Nadia melepas kelopak demi kelopak buket mawar itu satu persatu, dikeringkan, ditata dan disusun kembali menjadi hanabashi yang indah.
Ooo
“Arman!” Nadia terkesiap melihat kemunculan Arman untuk kedua kalinya di toko bunganya. Kali ini ia dating sendiri.
“Nadia….Nadia….” Arman tertawa canggung, “Aku masih tak percaya kita bertemu lagi. Gosh! It’s been long time! Maaf aku ngga bias dating ke resepsi pernikahanmu. Waktu itu aku masih menata hatiku yang berantakan. Aku masih shock dengan keputusanmu. Hey…tapi buket bungaku sampaikan?”
Nadia mengangguk seraya melirik Hanabashi buket mawar yang tergantung cantik di dinding tokonya.
“Terima kasih atas buket indahnya. Maaf baru kali aku bias mengatakannya.”
“Saat kau tinggalkan aku, aku baru sadar, aku telah melepaskan sesuatu yang begitu berharga dalam hidupku. Kamu! Tapi semuanya sudah terjadi. Aku sudah meliwatnya, walau berat!” Arman menghela nafas dalam,” Aku hanya ingin menyerahkan ini padamu. Ku harap kau datang.” Ujarnya seraya menyerahkan sebuah undangan pernikahan. Pernikahan Armand dan Karin.

Sepeninggal Arman , Nadia menurunkan Hanabashi istimewa itu dari dinding. Membersihkan dengan hati-hati.
“Sih, tolong bungkuskan ini.”
“Ini kan tidak di jual, Bu?”
“Aku tidak menjualnya, aku akan memberikannya.”
“Tapi Bu?”
“Sudah saatnya aku melepaskannya dengan ikhlas.” Kata Nadia sembari tersenyum penuh arti.
Ooo
Sehari sebelum hari pernikahannya, dimalam midodareni, Karin dikejutkan dengan sebuah bungkusan di kamarnya. Perlahan-lahan dibukanya bungkusan persegi empat panjang itu. Sahabat-sahabatnya juga penasaran apa isi bungkusan itu. Karin menjerit girang, saat menegtahui isi bungkusan itu, “Hanabashi idamannya!”
Dengan perasaan bahagia membuncah Karin serta merta menilpon Arman, “Honey…ma kasih ya hanabashi….indah sekali. Pemilik toko itu bilang dia tidak akan menjual hanabashi itu, tapi kamu hebat bisa mendapatkannya untukku. Thanks ya…it means so much to me.” Suara Karin bergetar.
“Karin…wait….hanabashi. “
“Udah dulu ya Hun! I miss you…muach!”
Arman terlongong dengan hp yang belum dimatikan. Ia masih bingung dengan kata-kata Karin barusan, bukannya ia memberi Karin bingkisan Jam tangan Cartier di malam midodareni, lantas apa tadi Karin bilang Hanabashi?
Ke esokan harinya,Nadia melirik dinding kosong di tokonya. Sudah saatnya ia melepaskan semua kenang-kenangan Arman dari hidupnya. Hatinya sekarang seperti dinding kosong itu, siap untuk di isi dan ia tahu pasti dan yakin siapa yang mengisi dinding kosong itu, tatapan cinta Rio merangkulnya, “Sudah siap, Nyonya Rio wicaksono.?”
Nadia mengangguk, keduanya bergandengan tangan siap pergi ke resepsi pernikahan Armand dan Karin.

Tamat

2 Komentar

Filed under Cerpen

LOMBA CERPEN SOSIAL 2011

tanggal 20 Desember adalah Hari Sosial, atau dulu telah kita kenal sebagai Hari Kesetiakawanan dan Kepedulian Sosial Nasional. Bahwa pada Hari Sosial tersebut, kita akan berkumpul bersama untuk membicarakan dan membahas kegiatan dalam rangka memperingati Hari Sosial yang mengingatkan kita bahwa manusia hidup di masyarakat mempunyai hak dan kewajiban sosial. Sesuai dengan kodratnya, manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, terpisah satu sama lain, tetapi memerlukan kawan untuk berusaha mengurangi beban dalam kesukaran. Dalam kehidupan ini masih banyak masalah sosial yang memerlukan perhatian kita, misalnya kenakalan remaja, narkotika, anak yatim piatu, kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Hal-hal tersebut, selain menjadi tugas negara, juga merupakan kewajiban kita semua sebagai makhluk sosial untuk ikut menaggulanginya.

Melalui kesemptan ini kami ingin mengetuk hati Bapak, Ibu, Saudara/i agar Hari Sosial ini dijadikan titik tolak keikutsertaan yang mampu dilakukan, dalam rangka upaya membantu tugas-tugas sosial yang seharusnya kita lestarikan bersama. Kegiatan yang kami adakan adalah memfokuskan kepada pemuda penerus bangsa (Pelajar dan Mahasiswa) berpartisipasi dalam menulis Cerita Pendek (Cerpen) dengan Tema “SOSIAL”,

Syarat dan ketentuannya sebagai berikut:

1. Peserta Asli Berwarga Negara Indonesia.
2. Peserta merupakan pelajar atau mahasiswa (9 tahun s/d 23 tahun)
3. Kompetisi Cerita Pendek Sosial ini bersifat perorangan (Individu).
4. Tiap Cerita Pendek (Cerpen) yang diikutsertakan dalam kompetisi ini wajib mengandung unsur sosialisasi warga negara dan dapat memicu masyarakat umum dalam peningkatan hak dan kewajiban sosial.
5. Tema “SOSIAL” (bersifat bebas dan tidak mengikat)
6. Karya Cerpen yang dilombakan belum pernah diterbitkan dalam bentuk buku, dan dipublikasikan lewat media cetak atau elektronik, serta tidak sedang diikutkan dalam kompetisi, lomba atau kegiatan serupa lainnya.
7. Karya Cerpen yang diikutsertakan bukan saduran, terjemahan, plagiat atau pun murni menjiplak, baik sebagian maupun keseluruhan, dari naskah yang telah ada sebelumnya.
8. Tiap peserta diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu karya dengan melampirkan data diri scan/fotokopi kartu identitas yang masih berlaku (SIM/KTP/Kartu Mahasiswa/Kartu Pelajar/Pasport, dll).
9. Peserta melampirkan Biodata singkat yang dilengkapi dengan Namor Telepon/HP dan alamat email aktif.
10. Cerpen wajib dikirim dengan format kertas A4, Margin Normal, font Arial 12 pt, spasi 1,5. Dan dikirim ke email : cerpen@inorbit.com.
11. Peserta melakukan registrasi/pendaftaran Rp. 10.000,- setiap judul karya dan melampirkan struk transfer registrasi (di foto/scan). Nomor Rekening Pendaftaran Bank BNI: 015 473 1105 Atas Nama : Aufa Imiliyana.
12. Naskah diterima panitia terakhir tanggal 20 Desember 2011.
13. Dewan Juri menetapkan 3 Pemenang, dan 7 Nominator terbaik yang akan dibukukan, serta menjadi cerita pokok dalam kompetisi hari sosial tahun 2011.

• Juara 1 – Rp. 3.000.000.00,- Sertifikat, Souvenir, Buku Terbitan Kompetisi.
• Juara 2 – Rp. 2.000.000.00,- Sertifikat, Souvenir, Buku Terbitan Kompetisi.
• Juara 3 – Rp. 1.000.000.00,- Sertifikat, Souvenir, Buku Terbitan Kompetisi.
• 7 Nominator terbaik – Sertifikat, Souvenir, Buku Terbitan Kompetisi.

14. Keputusan Dewan Juri bersifat Mutlak dan tidak dapat di ganggu gugat.
“10 Pendaftar Pertama Mendapatkan e-book 10 Kumpulan Cerita Islami”

Dewan Juri:

1. Budi Cahyono.
2. Hj. Siti Khotijah.
3. R. Suparman.

Sumber : http://indonesiaartnews.or.id/opportunitiesdetil.php?id=459

Yang suka nulis ikutan yuk!

Tinggalkan komentar

Filed under lomba menulis

IKUTI LOMBA MENULIS NOVEL REPUBLIKA 2011

Bagi kamu yang suka menulis dan ingin karyamu diterbitkan, jangan lewatkan kesempatan emas ini, Lomba Menulis Novel Republika 2011!

Syaratnya :
1.Mengisi formulir pendaftaran di http://www.republika.co.id atau coba di linknya :http://www.republika.co.id/iklan/novel/FORMULIR.PENDAFTARAN.NOVEL.doc

2. Warga negara Indonesia dengan melampirkan fotokopi kartu indetitas diri, SIM/KTP/Kartu Pelajar/ Paspor

3. Karya Asli, bukan saduran, bukan terjemahan apalagi jiplakan (menyertakan surat kalau karya itu karya asli anda bermaterai Rp.6000

4. Karya belum pernah dipublikasikan dan diikut sertakan dalam lomba sejenis.

5. Tema Novel bebas, mengahdirkan materi yang menggugah.

6. Novel bernafaskan islam Rahmatan Lil Alamin

7. Tidak bermuatan pornografi.

8. Naskah diketik dengan format microsoftword (versi 2000-2010) dengan jumlah halaman minimal 150 halaman diketik dengan spasi 1,5 dan di print out dengan kertas berukuran A4, menggunakan font Times New Roman, ukuran 12 dan diberi nomor halaman.

9. Peserta boleh mengirim lebih dari satu karya.

10. naskah dijilid sebanyak 3 buah dan dimasukkan dalam amplop tertutup yang ditujukan kepada : Panitia Lomba Penulisan Novel republika 2011 : jl. Warung Buncit Raya No.37 Jakarta selatan,12510

12. 10 finalis akan diminta mengirimkan naskah dalam bentuk softcopy kepada panitia.

13. 3 naskah terbaik akan diterbitkan dalam betuk buku oleh republika.

14. 7 naskah finalis lainnya akan dimuat sebagai cerita bersambung di harian Republika.

15. Karya diterima paling lambat 15 Oktober 2011
(cap pos)

Adapun hadiahnya sebagai berikut :
a. Karya terbaik pertama akan memperoleh uang saku sebesar Rp.25 juta + piala ( belum termasuk royalti dan penerbitan dalam bentuk buku).

b. terbaik kedua berhak atas hadiah uang saku sebesar Rp.20 juta+piala (belum termasuk royalti dan penerbitan buku)

c.Terbaik ketiga memperoleh uang saku Rp15 juta +piala (belum termasuk royalti dan penerbitan buku).

Tunggu apalagi, jangan disimpan saja naskah novelmu siapa tahu tahun ini kamulah pemenangnya, buruan download formulir pendaftarannya. Kirimkan naskahmu! selamat mencoba.

Sumber rujukan :http://www.republika.co.id/iklan/novel/novel.html

7 Komentar

Filed under lomba menulis

LOMBA CERPEN RAMADHAN ANNIDA

Kabar gembira bagi kamu yang suka nulis cerpen, Majalah Annida dalam rangka menyambut Ramadhan mengadakan lomba cerpen yang bertema Ramadhan. Bagi kalian berminat, silakan mengikutinya siapa tahu kalian pemenangnya. Selamat mencoba ya

1. Waktu Pelaksanaan Lomba
Penjaringan karya dibuka pada 10 Juni-31 Juli 2011.
Pengumuman pemenang dilakukan pada 17 Agustus 2011

2. Tata Cara Perlombaan
Syarat dan Ketentuan Peserta:
a. Peserta merupakan muslim dan muslimah
b. Peserta tidak dibatasi usia, jenis kelamin, warga negara, dan tempat tinggal
c. Tiap peserta boleh mengirim lebih dari satu naskah

Syarat dan Ketentuan Naskah:
a. Naskah yang diperlombakan merupakan naskah original, bukan saduran maupun plagiat, dan tidak pernah dikirim atau dipublikasikan di media mana pun.
b. Tema karya bebas, boleh persahabatan, keluarga, lingkungan hidup, cinta, politik, sains, fantasy, namun harus mengambil seting waktu Ramadhan (porsi bebas)
c. Tiap 1 judul naskah menyertakan guntingan buku Antologi 12 Cerpen Annida Online yang diterbitkan oleh SMG Publishing. (Pembelian melalui Bookcity, harga 35 ribu, atau pemesanan melalui sms: 0838-98-07-9008, format: Antologi-Daerah tempat tinggal-Bank untuk ditransfer (Tersedia: BRI/BSM/BNI/BCA)
d. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik (bukan bahasa alay)
e. Naskah tidak mengandung pornografi, pornoaksi, bahasa vulgar, dan pertentangan SARA
f. Naskah diketik dengan huruf Times New Roman, 12 pt, Spasi 1,5
g. Naskah diprint pada kertas A4 dengan mencantumkan nomor halaman di sebelah kanan bawah
h. Pada lembar naskah tidak dicantumkan nama penulis
i. Tiap 1 naskah disertai fotocopy KTP/SIM/ Kartu Pelajar/ Kartu Mahasiswa dan 1 formulir lomba yang didownload dari http://www.annida-online.com (boleh diprint hitam putih dan difotocopy)
j. Peserta boleh mengirim lebih dari 1 naskah pada amplop yang sama (dengan persyaratan lengkap: formulir dan guntingan buku Antologi 12 Cerpen Annida)
k. Naskah diterima oleh panitia selambatnya 31 Juli 2011
l. Pengumuman pemenang akan disampaikan di http://www.annida-online.com pada 17 Agustus 2011

Juara 1: Rp. 450.000+Sertifikat+Bingkisan (Merchandise Annida Online)
Juara 2: Rp. 350.000+Sertifikat+Bingkisan (Merchandise Annida Online)
Juara 3: Rp. 250.000+Sertifikat+Bingkisan (Merchandise Annida Online)
(Hadiah sudah termasuk honor pemuatan cerpen di Annida Online)
Juara Harapan (3 orang):

@ Sertifikat+Bingkisan (Merchandise Annida Online)+Honor pemuatan di Annida Online
m. Naskah diKirimkan ke alamat:
Panitia Cerpen Ramadhan Annida-Online
Jl. Mede No. 42 Utan Kayu Jakarta Timur 13120

Sumber: http://www.annida-online.com/lomba.html

Tinggalkan komentar

Filed under lomba menulis

ANAK KECIL PENJUAL OPAK

“Opaaaak…..Opaaaak…..Opaaak” teriakan anak kecil itu begitu familiar bagiku setiap sore. Sosoknya yang kecil, kurus dengan kulit gelap, nampah berisi opak yang ditutupi plastik hampir menutupi sebagian kepalanya. Begitulah kegiatan anak kecil ini setiap sore sementara anak-anak lain sedang asyik bermain-main.

Kadang banyak yang membeli opaknya yang hanya berharga seribu rupiah, kadang juga hanya satu dua apalagi saat hujan lebat, Anak itu biasanya numpang berteduh di emperan toko atau beranda rumah penduduk sambil tangannya bersilang di dada kedinginan.

Waktu aku tanya untuk apa uangnya jualan Opak, ia bilang untuk makan berdua dengan ibunya yang single parents dan buat ongkos sekolah, rupanya dia hanya berjualan sore hari karena pagi harinya ia sekolah.

Sekian tahun berlalu aku bertemu lagi dengan anak kecil penjual opak itu. Dia sekarang sudah beranjak remaja, mungkin sudah SMP dan dia tidak menjajakan opaknya berkeliling berjalan kaki lagi sekarang dia sudah menggunakan sepeda untuk berjualan.

Sekarang aku jarang bertemu dengannya. Mudah-mudahan kehidupannya sudah lebih baik dan tak perlu berjualan opak keliling lagi. Kuharap dia masih terus melanjutkan sekolahnya walaupun dengan segala keterbatasannya. Ketegaran dan kegigihannya menginspirasiku. Dia tidak dipaksa untuk jualan, ia ikhlas membantu Ibunya yang kerja serabutan biar bisa mereka bisa tetap hidup dan ia tetap sekolah sebagai tanda bakti seorang anak pada orang tuanya.

Tulisan ini kuikutsertakan dalam lomba menulis tentang “invisible” man dalam rangka Ulang Tahun Salsabeela atau Olie, happy birthday semoga bahagia dan sukses selalu

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

DI NULISBUKU SEMUA MUNGKIN

Kenapa akhir-akhir ini aku hari-hari update tentang nulisbuku. Nulisbuku itu apaan sih? Nulisbuku itu penerbit secara online dan menjualnya secara Online. Bisa dikatakan penerbit indie dibanding penerbit mainstream yang sudah ada.

Kalau kamu memiliki karya fiksi (Novel,kumcer,komik)atau nonfiksi (buku kepribadian, resep,pendidikan,dll)dan berniat membukukan karyamu kenapa tidak dipenerbit Nulisbuku? Banyak teman-teman penulis dan blogger bahkan orang-orang yang hanya suka nulis untuk konsumsi pribadi doang berhasil membukukan karyanya di Nulisbuku, caranya gampang kok register di : http://www.nulisbuku.com, disana kamu bisa beli buku, upload naskah, tanya-tanya tentang menerbitkan buku. Nah, tunggu apalagi siapa tahu mimpimu jadi kenyataan? Bukukan karyamu, kenapa tidak di http://www.nulisbuku.com, kalo udah jadi bukunya kirim buat aku satu ya :)

2 Komentar

Filed under tips

MY TWITTER : @cerpenmisfah

Apa kabar semua? Bagaimana cerpen-cerpen kalian? Sudah ada yang dimuat? Aku senang sekali kalau ada yang memberitahuku cerpennya dimuat. Oh ya aku mau kasih tahu kalo aku punya account twitter khusus tentang dunia tulis menulis, cerpen khususnya. Kalian bisa follow aku di @cerpenmisfah, nanti kufollow balik. Kita bisa sharing apa saja tentang dunia tulis menulis. Karena twitter bisa mobile dan cepat, mengingat kesibukanku. Beberapa dari teman-teman dan adik-adik semua ada yang mengaddku di facebook, tapi biasanya di facebook aku jarang update tentang tulis menulis kebanyakan tentang keseharianku, kuharap dengan account twitter ini kita bisa berkomunikasi lebih cepat mudah-mudahan aku bisa membantu dan menjawab pertanyaan kalian, yang sebenarnya aku sendiri juga masih belajar. Well, see you on twitter.

3 Komentar

Filed under chit-chat